Rabu, 04 Januari 2012

Haramkah Merokok bagi Umat Muslim ?


 

Hukum tentang rokok, selama puluhan tahun, terus mengambang. Persoalannya, yang membahas, biasanya perokok juga, utamanya di Indonesia. Mayoritas ulama adalah penikmat rokok, dari kelas ringan hingga kelas berat.
Hukum rokok yang paling umum adalah makruh, atau mubah. Tetapi yang menganggapnya sunnah tidak ada. Yang mengharamkan? Sekalipun jarang, tetap ada.
Majalah Kuwait Ar-Rabithah memuat beberapa fatwa yang menyatakan rokok itu haram. Selain dari pertimbangan hukum fiqh, landasannya juga segi kesehatan. Sebab merokok hanya berarti memasukkan racun ke dalam tubuh. Secara ekstrem, bisa disebut menyengajakan kematian. Selain, tentu saja menghamburkan harta. Ar-Rabithah mengutip pendapat 4 ulama besar berikut.
1. Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullah
Rokok haram karena di dalamnya ada racun. Jadi termasuk barang tidak baik, alias berbahaya. Sementara al-Qur'an menyatakan, "Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk (kotoran)." (al-A'raf: 157). Rasulullah juga melarang setiap yang memabukkan dan melemahkan, sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dan Abu Dawud dari Ummu Salamah ra.
Merokok juga termasuk melakukan pemborosan yang tidak bermanfaat. Selanjutnya, rokok dan bau mulut perokok bisa mengganggu orang lain, termasuk pada jamaah shalat.
2. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Rokok haram karena melemahkan dan memabukkan. Dalil nash tentang benda memabukkan sudah cukup jelas. Hanya saja, penjelasan tentang mabuk itu sendiri perlu penyesuaian.
3. Ulama Mesir, Syria, Saudi
Rokok haram alias terlarang, dengan alasan membahayakan. Di antara yang mendukung dalil ini adalah Syaikh Ahmad as-Sunhawy al-Bahuty al-Anjalaby dan Syaikh Al-Malakiyah Ibrahim al-Qaani dari Mesir, An-Najm al-Gazy al-Amiry as-Syafi'i dari Syria, dan ulama Mekkah Abdul Malik al-Ashami.
4. Dr Yusuf Qardhawi
Rokok haram karena membahayakan. Demikian disebut dalam bukunya 'Halal & Haram dalam Islam'. Menurutnya, tidak boleh seseorang membuat bahaya dan membalas bahaya, sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan Ahmad dan Ibnu Majah.
Qardhawi menambahkan, selain berbahaya, rokok juga mengajak penikmatnya untuk buang-buang waktu dan harta. Padahal lebih baik harta itu digunakan untuk yang lebih berguna, atau diinfaqkan bila memang keluarganya tidak membutuhkan.

Separuh Perokok Mati
Dalam Konferensi Kanker Eropa di Wina terungkap, sepertiga dari kematian di Cina disebabkan oleh kanker paru akibat rokok. Berhubung jumlah penduduknya sangat besar, maka angka kematian akibat rokok itu juga besar, yakni 2000 orang per hari. Sebelumnya, rekor dipegang Amerika Serikat, negeri where the flavor is. Pada 1990 saja, 33% kematian di negeri itu diakibatkan oleh asap rokok.
Ramalan tentang rokok untuk Cina ini menyeramkan juga. Bila tidak ada tindakan penting, setelah 2010, setiap tahunnya akan ada 2 juta orang Cina mati karena rokok. Pada 2050, jumlahnya mencapai 100 juta pemuda di bawah usia 29 tahun.
Direktur Riset Kanker Oxford University Richard Peto menyatakan, separuh dari semua perokok akan mati karena rokok, separuhnya lagi karena sebab lain. Dan separuh dari yang mati karena rokok itu meninggal pada usia muda.

Apakah ada gunanya berhenti merokok? Menurut Peto, bila dilakukan pada usia tua tidak banyak berpengaruh pada kematian. Tetapi bila seseorang menghentikan kebiasaan merokok antara usia 30-40 tahun, maka ia peluang besar untuk terselamatkan. Inggris telah membuktikan, ketika pada dekade 70-an menjadi negara dengan korban rokok terbesar dunia. Setelah kampanye dan upaya besar-besaran, banyak perokok pada kapok, dan jumlah kematian akibat rokok menurun 50%


Sumber : klik di sini

Selasa, 03 Januari 2012

Kawasan Monas Dipadati Pengunjung


Warga sudah mulai membunyikan terompet dan menyalakan kembang api.

 

VIVAnews - Tahun 2011 tinggal hitungan jam saja. Masyarakat pun sudah mulai mempersiapkan diri untuk menyambut 2012.

Ribuan masyarakat tampak berbondong-bondong menuju kawasan Silang Monas. Kawasan ini merupakan salah satu pusat dari perayaan malam pergantian tahun. Karena pesta kembang api akan digelar di silang monas ini.

Pantauan VIVAnews.com, Sabtu 31 Desember 2011, warga dari tua, muda, dan yang membawa keluarga berduyun-duyun memasuki kawasan Monumen Nasional itu. Mereka tampak menggunakan motor, mobil, dan kendaraan umum.

Meski pergantian tahun masih sekitar 4 jam lagi, namun warga sudah mulai membunyikan terompet dan menyalakan kembang api.

Selain itu, untuk menjaga ketertiban, polisi juga mulai menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang pintu masuk Monas. Dengan menggunakan pengeras suara, polisi mengimbau kepada pedagang kaki lima yang berjualan di bahu jalan untuk naik ke trotoar. Sebabnya, arus lalu lintas menuju kawasan Monas sudah mulai macet.

Tampak pula sejumlah petugas keamanan yang berjaga di pintu-pintu masuk dari selatan Monas. Selain itu juga disiapkan mobil derek untuk mengantisipasi pengendara yang memarkir kendaraannya sembarangan.

Selain warga yang hendak menyambut perayaan pergantian tahun, Monas juga menjadi tempat bagi jamaah pengajian Majelis Rasulullah untuk menggelar tabligh akbar. Ratusan jamaah yang menggunakan motor sudah mulai masuk kawasan Monas. (adi)
sumber : 

Kisah Kusam Sepak Bola Indonesia



TAHUN 2011, persepakbolaan Indonesia dihadapkan pada dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Sisi pertama adalah perjuangan memperbaiki prestasi. Hasilnya cukup bagus, gelaran Piala AFF dan prospek emas dari timnas U-23 di ajang SEA Games cukup memuaskan.

Tapi di sisi yang lain, kisruh PSSI tak bisa terelakan. Tepatnya pada medio April 2011, kisruh yang melanda PSSI tak bisa terurai meskipun di bulan ini dilakukan pembekuan Komite Eksekutif oleh FIFA dan pembentukan Komite Normalisasi.

Setelah sekitar empat bulan terombang-ambing dalam pusaran konflik, FIFA akhirnya turun tangan langsung menengahi kisruh di tubuh otoritas sepakbola nasional. Di awal bulan ini, FIFA memutuskan mengambil alih Komite Eksekutif dan pada saat bersamaan membentuk Komite Normalisasi (KN), dengan diketuai Agum Gumelar.

Tugas KN adalah: (1) menjalankan pemilihan ketua umum dan wakil ketua umum serta Exco PSSI, (2) mengontrol liga di bawah PSSI termasuk mengontrol Liga Primer Indonesia (LPI) atau menghentikannya serta (3) menjalankan fungsi keseharian PSSI, sebagaimana mestinya termasuk melakukan pembinaan dan lainnya.

Namun pembentukan KN tak serta merta membuat kisruh di tubuh PSSI mereda. Keputusan FIFA yang tetap melarang empat nama (George Toisutta, Arifin Panigoro, Nirwan D Bakrie serta Nurdin Halid) kembali maju dalam pencalonan ketua umum PSSI periode berikutnya menuai pro dan kontra.

Pendukung GT dan AP bersikeras untuk memajukan jagoannya sebagai calon ketua umum yang baru. Faktanya, bukan cuma dua nama itu saja yang maju karena dalam laporannya, Komite Pemilihan memastikan ada pemilik suara yang masih mengajukan nama AP, GT dan ND serta NH. Komite Normalisasi kemudian memgambil keputusan tegas untuk tetap melarang keempat nama tersebut maju dalam pencalonan, yang berujung pada munculnya masalah lain. Merasa kecewa jagoannya tak bisa maju, sempat muncul isu akan ada kongres tandingan, selain itu permintaan agar Agum Gumelar mundur pun sempat terdengar.

Pada pertengahan bulan, PSSI juga sempat menggelar kongres "dadakan" di Hotel Sultan. Pertemuan yang awalnya cuma dijadwalkan sebagai ajang diskusi tersebut kemudian menjadi kongres untuk memilih Komite Pemilihan dan Komite Banding.

Menjelang akhir April, Komite Normalisasi akhirnya mengumumkan 19 nama yang dianggap berhak maju dalam pencalonan ketua umum yang baru. Dalam daftar tersebut tak tercantum nama AP, GT, NDB serta NH.

Terus bergulir

Pada Mei, kisruh PSSI terus mewarnai persepakbolaan Indonesia. Komite Normalisasi dibentuk untuk mengawal pelaksanaan Kongres PSSI untuk memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan Komite Eksekutif periode 2011-2015 pada 20 Mei.

Kongres tersebut kemudian berjalan tanpa hasil setelah berlangsung selama enam jam. Suasana menjadi ricuh setelah peserta kongres, terutama pendukung George Toisutta dan Arifin Panigoro mempertanyakan soal penolakan terhadap GT-AP walaupun sempat diloloskan oleh Komite Banding.

Sebagai penyelesaiannya, Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar akhirnya memutuskan untuk mengakhiri sidang tanpa hasil sekitar pukul 20.50 WIB. "Dengan mengucapkan Alhamdulillah dan meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, sidang ditutup," ujar Agum sambil mengetuk palu.

Dualisme kompetisi

Sayangnya seyelah Nurdin Halid mundur, dan Djohar Arifin naik tahta di kursi ketua umum, kisruh tak lantas terhapus. Sebaliknya kisah kusam terus berlanjut. Yang lebih parah, di era pengurus baru, dualisme kompetisi ternyata masih tetap terjadi.

Uniknya Indonesia Primer League (IPL) bentukan PSSI era Djohar ternyata kalah mentereng dibanding, Indonesia Super League (ISL) produk PT Liga Indonesia yang sudah ada sejak jaman Nurdin Halid dulu.

Sikap kesewenang-wenangan PSSI dengan mengabaikan kongres di Bali menjadi penyebab, klub-klub tetap berbalik badan menuju ISL. Bahkan kompetisi ISL yang dianggap PSSI sebagai liga Ilegal ternyata bisa berjalan mulus. Pertandingan bisa digelar di setiap daerah.

Sebaliknya perjalanan IPL terus menemui batu krikil. Amburadulnya jadwal pertandingan yang membuat kompetisi tak kunjung digelar. Kepercayaan makin turun. Hingga akhirnya FIFA memberi ancaman, jika hingga Maret dualisme kompetisi atau tegasnya kisruh tak kunjung terselesaikan, sanksi lah yang akan didapat sepak bola Indonesia.

Hingga penghujung 2011, kisah kusam sepak bola Indonesia tak juga berakhir. Bukan tidak mungkin hingga memasuki 2012 benang kusut tak bisa terurai.

 sumber : klik disini

Sejarah Kembang Api Di Indonesia



 


Kembang api merupakan identifikasi cermin keglamouran, kemeriahan, kesuksesan, kebahagiaan dan kesejahteraan. Dalam pesta ataupun even besar pengadaan pesta kembang api pasti menjadi perioritas apalagi menjelang pergantian tahun yang tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Petasan dan sebangsanya memang merupakan barang gelap, artinya benda larangan. Sejak zaman Belanda sudah ada aturannya dalam Lembaran Negara (LN) tahun 1940 Nomor 41 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Bunga Api 1939, di mana di antara lain adanya ancaman pidana kurungan tiga bulan dan denda Rp 7.500 apabila melanggar ketentuan “membuat, menjual, menyimpan, mengangkut bunga api dan petasan yang tidak sesuai standar pembuatan.
Di Indonesia, munculnya petasan itu bermula dari tradisi Betawi yaitu pada saat  pernikahan orang Betawi yang pada umumnya menggunakan petasan untuk memeriahkan suasana dengan meniru orang Tionghoa yang memang banyak bermukim di sekitar mereka. Diperkirakan Kembang api dan petasan mulai marak di Indonesia pada tahun 40-an dimana undang-undangnya mulai disahkan pemerintah pada saat itu.
Menurut Singky Soewadji, seorang importir kembang api, Indonesia tercatat sebagai pasar kembang api terbesar di dunia. ’’Pasar kembang api di Indonesia dalam satu tahun menembus angka sampai Rp 1,8 triliun,’’ ucapnya. Ia bahkan tidak percaya jika Indonesia disebut sebagai negara miskin, karena kenyataannya, pasar kembang api dominan di kalangan masyarakat menengah ke bawah.
Kembang api yang sudah masuk ke wilayah Indonesia kebanyakan dari negara Hong Kong, China, dan Taiwan. Ketiganya dikenal sebagai pengekspor kembang api dunia. “Khusus untuk Indonesia berapa yang diimpor dari ketiga negara itu, tidak bisa dipastikan jumlahnya. Namun impor terbesar tetap dari China,” katanya.
Apalagi banyak pengimpor kembang api mendatangkan barang lewat Kalimantan dan Sumatera. Dari kedua pulau itu, selanjutnya aneka produk kembang api didistribusikan ke berbagai daerah. Di Pelabuhan Belawan, Medan Sumatera Utara biasanya dijadikan tempat singgah oleh para importir untuk menurunkan barangnya namun sulit untuk dideteksi jumlahnya.
Saat ini, sudah banyak produsen berupa industry kecil yang berani membuat petasan dalam bentuk yang nyaris serupa dengan petasan atau kembang api impor. Produksi ini pada umumnya datang dari dari wilayah Jawa kemudian didistribusikan keberbagai pelosok daerah di Indonesia dalam saluran distribusi gelap dan illegal.

Sunnah Rasulullah di 10 Malam Terakhir



Rasulullah SAW mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya, seperti yang diutarakan Aisyah RA.
Pada 10 malam akhir Ramadan, Rasulullah SAW mengkhususkan dengan amalan-amalan yang tidak biasa beliau lakukan pada bulan atau malam-malam yang lain, di antaranya:
1. Menghidupkan malamnya dengan memperbanyak salat, ada yang mengatakan sampai pagi, meskipun Aisyah RA mengatakan: "Aku tidak pernah mengetahui Rasulullah salat malam hingga pagi."
2. Rasulullah SAW membangunkan keluarganya untuk salat pada malam-malam sepuluh hari terakhir, sedang pada malam-malam yang lain tidak melakukan demikian.
3. Bahwasanya Nabi SAW mengencangkan kainnya. Maksudnya beliau menjauhkan diri dari menggauli istri-istrinya.
4. Mensegerakan berbuka dan sahur diakhirkan.
5. Mandi antara Maghrib dan Isya.
6. I'tikaf, Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Aisyah RA: "Bahwasanya Nabi SAW senantiasa ber-i'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Ramadan,hingga Allah mewafatkannya."
Orang yang beri'tikaf telah mengikat dirinya untuk taat kepada Allah, berzikir dan berdo'a kepada-Nya, serta memutuskan dirinya dari segala hal yang menyibukkan diri dari pada-Nya. Semoga 10 malam terakhir Ramadan kali ini kita maknai dengan sebaik-baiknya. Amin Ya Rabbal Alamin.

Sumber : klik di sini

Senin, 26 Desember 2011

Gejolak Timur Tengah


Mereka yang dulu dipuja-puja,dihormati, ketika generasi berganti,akhirnya dicaci maki, bahkan tragisnya dibunuh oleh rakyatnya sendiri. Beberapa pemimpin yang dulu dianggap pahlawan, akhir hidupnya penuh dengan kenestapaan.





Kita menyaksikan bagaimana beberapa pemimpin negara diturunkan dengan cara yang tidak baik oleh rakyatnya sediri. Dan ini juga terjadi di Negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim, terutama Timur Tengah, mulai dr Tunisia, Mesir, Libia, Suriah dan Yaman.






Moammar Khadafi (penguasa Libia), ia tidak hanaya dipuja-puja rakyatnya, bahkan tidak sedikit juga pengagumnya di mancanegara. Tapi akhir hidupnya sungguh sangat mengenaskan. Dibunuh dengan sangat biadab. Tak hanya itu, mayatnya, yang dalam ajaran islam seharusnya segera dimakamkan, justru dijadikan pameran. Dan ironisnya, ini dilakukan oleh rakyatnya, yang sesame muslim, yang hidup di Negara yang mereka klaim sebagai Negara Islam. Perlakuan orang Islam yang sangat tidak Islami.
 
Karena para penguasa itu memegang kekuasaan terlalu lama, terjadilah beberapa penyimpangan dan perilaku berlebih-lebihan. Disadari ataupun tidak disadari. Okelah mungkin ini bias dijadikan alas an. Tapi memperlakukan mereka dengan cara-cara seperti yang dilakukan pada Moammar Khadafi, jelas sangat jauh dari ajaran Islam.
Seorang pemimpin yang beragama Islam haruslah selalu mendidik dirinya untuk berpegang teguh dengan dengan aturan Allah SWT. Bukan mengikuti hawa nafsunya sendiri. Banyak ibrah yang diperlihatkan Allah SWT, akhir tragis seseorang yang dulu dipuja sebagai pahlawan yang kemudian menjadi pesakitan.
Jadi, penilaian kepahlawanan seseorang itu bersifat relatif. Tentu selama ukurannya adalah ukuran manusia, nilai kepahlawanan serba relatif, sesuai dengan kepentingan dan penafsiran manusia tersebut. Berbed jika ukurannya adalah ukuran agama, karena Allah sendirilah yang akan menilainya.


Marilah kita, kaum muslimin semuanya, menjadi pahlawan di mata Allah SWT. Bukan sekedar pahlawan di mata manusia.


Sumber : Majalah Al-kisah

Minggu, 25 Desember 2011

Life Without Limbs

 Kisah Sukses Seseorang Tanpa Tangan dan Kaki
 

Nicholas James Vujicic (lahir 4 Desember 1982) adalah seorang pengkhotbah, seorang pembicara motivasi dan Direktur organisasi nirlaba Hidup Tanpa Limbs. Lahir tanpa anggota badan karena gangguan Tetra-amelia langka, Vujicic harus hidup dengan kesulitan dan penderitaan sepanjang masa kecilnya.
Namun, ia berhasil mendapatkan lebih kesulitan ini dan, di tujuh belas, mulai organisasi sendiri nirlaba Life Without Limbs. Setelah sekolah, Vujicic dihadiri universitas dan lulus dengan besar ganda. Dari titik ini, ia mulai perjalanan sebagai seorang pembicara motivasi dan hidupnya menarik lebih banyak liputan media massa. Saat ini, dia secara teratur memberikan pidato tentang topik, seperti cacat, harapan, dan menemukan arti hidup.



KEHIDUPAN AWAL
Anak pertama lahir dari sebuah keluarga Serbia , Nick Vujicic lahir di Brisbane, Australia dengan gangguan Tetra-amelia langka: tanpa kaki, hilang kedua lengan di tingkat bahu, dan tak berkaki tapi dengan dua kaki kecil, salah satu yang memiliki dua jari kaki.
 




Hidupnya penuh dengan kesulitan dan kesulitan. Salah satunya yang dilarang oleh hukum negara bagian Victoria dari menghadiri sekolah utama karena cacat fisik, meskipun ia tidak mengalami gangguan mental. Namun, akhirnya Vujicic adalah salah satu siswa cacat pertama yang akan diintegrasikan ke sekolah mainstream ( adalah istilah yang mengacu pada praktek mendidik siswa dengan kebutuhan khusus di kelas reguler selama jangka waktu tertentu berdasarkan keahlian siswa tersebut).












Ditindas di sekolahnya, Vujicic tumbuh sangat tertekan, dan pada usia 8 tahun, mulai memikirkan bunuh diri. Pada usia 10, ia mencoba untuk menenggelamkan dirinya dalam 4 inci air, tapi tidak pergi melalui dengan itu dari cinta untuk orang tuanya. Setelah memohon pada Tuhan untuk tumbuh lengan dan kaki, Nick akhirnya mulai menyadari bahwa prestasi adalah inspirasi bagi banyak orang, dan mulai bersyukur kepada Tuhan karena hidup.





Sebuah titik balik penting dalam hidupnya adalah ketika ibunya dia menunjukkan artikel surat kabar tentang seorang pria berhubungan dengan cacat berat. Dia menyadari bahwa ia bukan satu-satunya dengan perjuangan besar. Seiring berjalannya waktu Nick mulai memeluk situasinya dan mencapai hal-hal yang lebih besar. Dalam tujuh kelas, Nick terpilih kapten dari sekolah dan bekerja dengan dewan mahasiswa di sana pada berbagai acara penggalangan dana bagi badan amal lokal dan kampanye cacat. Ketika ia berumur tujuh belas, ia mulai memberikan ceramah di kelompok doanya, dan akhirnya mulai organisasi non-profit nya, Life Without Limbs.
Pada tahun 2005 Nick dinominasikan untuk “Young Australia of the Year” Award.


Karir
Nick lulus dari universitas pada usia 21 dengan dua jurusan Akuntansi dan Keuangan Perencanaan. Ia memulai perjalanannya sebagai seorang pembicara motivasi, fokus pada topik yang remaja saat ini wajah. Dia juga berbicara di sektor korporasi, meskipun tujuannya adalah untuk menjadi seorang pembicara inspirasional internasional, baik di tempat Kristen dan non-Kristen. Ia secara rutin melakukan perjalanan internasional untuk berbicara dengan jemaat-jemaat Kristen, sekolah, dan rapat perusahaan. Dia telah berbicara kepada lebih dari tiga juta orang sejauh ini, di lebih dari 24 negara di lima benua (Afrika, Asia, Australia, Amerika Selatan, dan Amerika Utara).




 
Pada usia 25 tahun, Nick berharap untuk menjadi mandiri secara finansial. Dia berharap untuk mempromosikan kata-kata melalui acara televisi seperti The Oprah Winfrey Show, dan juga dengan menulis buku. Buku pertamanya, direncanakan selesai pada akhir tahun 2009, diberi title No Arms, No Legs, No Worries!.